Sabtu, 03 Agustus 2019

Ceritaku: KTA XIV



Kali ini aku akan ceritakan tentang pengalamanku terlibat dalam kepanitian Kamp Tahunan Alumni alias KTA. Tahun ini merupakan KTA keempat belas yang diadakan oleh Perkantas Jakarta.
Staf Perkantas pertama kali men-sharingkan beban pelayanan ini pas akhir tahun 2018. Saat itu aku sedang pulang kampung. Respon pertamaku saat membaca ajakan jadi panitia via whatsapp adalah tidak percaya. Aku tidak pernah terlibat kepanitiaan apapun selama melayani di Perkantas. Lalu tiba-tiba diminta menjadi panitia di satu event. Hmm.


Saat itu, aku menggumulkannya dengan sungguh-sungguh karena aku juga sedang mencari pekerjaan baru. Maksudnya, jangan-jangan saat aku mendapat kerja baru, aku tidak bisa melanjutkan kepanitiaan nantinya. Namun singkat cerita, aku bersedia. Jadilah aku menjadi bagian kepanitiaan KTA XIV tahun 2019.

Aku ingat rapat perdana panitia saat itu tanggal 23 Februari 2019 tidak bisa kuhadiri karena sudah lebih dahulu mendaftarkan diri ikut seminar di tempat lain. Barulah di rapat kedua aku bisa ikut. Dan sejak itu, aku selalu hadir tiap rapat di hari Sabtu di Perkantas. 

Panitia pengarah menempatkanku di sie acara (sebagai anggota) bersama Agnes (koordinator), Reinhard (yang akhirnya penempatan di Manado), Ongki, Moti, dan Ika (yang hilang di tengah jalan). Kami awalnya berenam, di akhir tinggal empat orang. Namun, dalam anugerah Tuhan dan atas kerja sama panitia lain, semua bisa dikerjakan. 

Panita KTA XIV

Aku coba sebutkan nama-nama panitia lain. Mudah-mudahan masih ingat karena ini sudah bulan Agustus dan KTA sudah lama berakhir. Tim inti: Ona dan Alvi; sie dana: Eva dan Tria; sie peserta: kak Lidia, Hendra, Septri, Owin, Agus, Juliana; sie doa dan konsumsi: Mazda dan Leni; sie perlengkapan: Hendi, Edwin, Vaul. Staf pengarah ada Kak Luce dan Kak Lidia. Panitia juga dibantu oleh beberapa tim kerja yaitu Pangeran dkk.

Seperti biasa KTA diadakah di Kinasih Resort, Caringin, Bogor. Tahun ini pun demikian. Tema yang diangkat adalah Utus Aku dalam Misi-Mu (eksposisi Kitab Nehemia). Pembicara utama ada Pak Mangapul Sagala dan Pak Erick Sudharma. Pelaksanaannya dari tanggal 21 sampai 23 Juni 2019.

Pengalaman melayani sebagai panitia KTA merupakan salah satu anugerah yang kuterima tahun ini. Aku bertemu dengan rekan-rekan yang memiliki kelebihan dan kekurangan, unik, dan bekerja sama dengan mereka merupakan pengalaman yang berkesan. Pelan-pelan aku dibentuk dalam kepanitiaan ini. Dari seorang yang maunya kerja sendiri menjadi seorang yang bersedia bergantung pada orang lain. Dari seorang yang ingin segala sesuatu sempurna menjadi seorang yang mau menerima kekurangan yang ada. 

Dua minggu sebelum KTA, kami panitia mengadakan acara kebersamaan di Ciawi, Bogor, yaitu pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2019. Sayangnya tidak semua bisa ikut. Di momen inilah kami makin saling mengenal. Acaranya sederhana saja serasa di rumah sendiri bersama keluarga. Ada yang main uno, ada yang main kartu, ada yang duduk-duduk santai sepertiku. Teman-teman yang cewek dibantu sebagian cowok membagi tugas untuk memasak. Seingatku aku tidak pernah ikut kerja di dapur hehehe. 

Camilan juga berlimpah yang disediakan oleh tim inti. Tapi yang berkesan buatku adalah pisang goreng. Aku makan banyak pisang goreng saat itu. Sambil ngobrol dengan teman-teman. Obrolan melantur kemana saja yang ujung-ujungnya bahas gebetan atau calon teman hidup. 

Saat itu kami juga belajar gerakan senam dan tarian untuk dibawakan saat KTA. Lewat video yang diputar di televisi kami meniru gerakan-gerakan yang ada. Buatku belajar dance seperti itu ternyata susah. Apalagi gerakannya bersamaan kaki dengan tangan. 

Pelaksanaan KTA dapat dikatakan berjalan lancar dalam angerah Tuhan. Meskipun banyak kekurangan di sana-sini, namun banyak peserta yang merasa terberkati oleh acara ini. Aku lupa jumlah peserta yang hadir. 

Tentu yang paling berkesan dari KTA adalah Firman Tuhan yang disampaikan oleh kedua pembicara. Di sana, seluruh alumni yang hadir belajar dari tokoh Nehemia. Seorang tokoh yang memiliki hati bagi bangsa Israel ketika mendengar tembok Yerusalem runtuh. Nehemia sangat peduli dengan bangsanya. Ia berdoa bagi bangsanya dan menyusun strategi untuk membangun tembok yang telah runtuh. 

Nehemia juga menghadapi tantangan yang berasal dari bangsa di sekitarnya yang merasa terancam jika Yerusalem dibangun kembali. Berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan dan menggagalkan rencana Nehemia. Namun, semua itu ia hadapi dengan mengandalkan Tuhan. Dan bersama seluruh rakyat, mereka berhasil membangun kembali tembok Yerusalem.

Acara di KTA tidak hanya ibadah atau kebaktian saja. Ada juga kapita selekta bidang tertentu. Tahun ini kapselnya bidang pendidikan, politik, abdi bangsa, gereja, dan bisnis. Di pagi hari ada senam dan jalan pagi bersama, di malam hari ada acara kebersamaan dengan kegiatan yang menarik dan bikin ketawa serta api unggun yang turut menghangatkan suasana. Terus ada acara khusus untuk alumni yang telah berkeluarga serta acara khusus bagi alumni single. Menarik deh. 

Peserta yang hadir di KTA ini beragam. Ada yang sudah menikah, ada yang membawa keluarganya, ada yang single. Terus beda generasi. Ada alumni yang sangat senior, senior, madya, dan yang baru lulus juga hadir. Seru. 

Kira-kira begitulah yang bisa kuceritakan sedikit tentang anugerah Tuhan bagiku melalui kepanitiaan KTA ini.

Oh ya, satu lagi, empat hari sebelum KTA, aku demam. Bahkan saat kami berangkat kamis malam, aku masih demam. Puji syukur aku masih bisa mengerjakan bagianku. Tidak hanya demam, saat KTA kaki kiriku juga sakit. Aku berjalan agak pincang saat itu. Tapi kakiku yang sakit ini punya cerita lanjutan lagi setelah KTA.

Terima kasih sudah membaca (kalau ada yang baca ya...)

1 komentar:

  1. Kambi | Online Casino in India - KDGintar
    Play Kambi online septcasino casino 1xbet korean for Indian players. No download, no signup, kadangpintar no registration needed. Get best deals and free bets.

    BalasHapus